Sabtu, 01 Agustus 2020

17 Orang Meninggal Karena Ledakan Bom Mobil Saat Festival Idul Adha

17 Orang Meninggal Karena Ledakan Bom Mobil Saat Festival Idul Adha

Setidaknya 17 orang tewas di Afghanistan dalam ledakan bom mobil yang kuat di provinsi Logar.

Ledakan itu terjadi menjelang gencatan senjata yang diumumkan oleh Taliban selama festival Idul Adha.

Taliban telah membantah bertanggung jawab atas serangan itu, sementara Negara Islam (ISIS) belum berkomentar.

Serangan itu diyakini dilakukan oleh seorang pembom bunuh diri, Dedar Lawang, menurut juru bicara gubernur Logar, kepada kantor berita AFP.

Ledakan itu terjadi di dekat kantor gubernur dan di mana banyak orang berbelanja untuk festival idul adha


Ledakan itu terjadi di jalan yang ramai
"Teroris sekali lagi menyerang pada malam Idul Adha dan membunuh sejumlah warga negara kita," kata juru bicara kementerian dalam negeri Tariq Arian.

Ledakan itu menargetkan pasukan keamanan Afghanistan di Pul-e-Alan, ibukota provinsi timur Logar, dan korban sipil juga dikhawatirkan, menurut Shahpoor Ahmadzai, juru bicara kepolisian provinsi.

Dia menambahkan tidak jelas apakah itu bom mobil atau bunuh diri, tetapi pasukan keamanan telah berkumpul untuk bertugas di kota untuk mempersiapkan langkah-langkah keamanan untuk Idul Adha, yang akan dirayakan di Afghanistan pada hari Jumat.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan serangan itu "tidak ada hubungannya" dengan kelompok itu.

Taliban dan pemerintah Afghanistan telah menyetujui gencatan senjata tiga hari mulai Jumat, hari pertama Idul Adha.

Ada harapan gencatan senjata permanen tetapi pembicaraan damai telah tertunda karena pertukaran tahanan. Sebuah kesepakatan dibuat bahwa pemerintah akan membebaskan 5.000 tahanan Taliban dengan imbalan 1.000 personel keamanannya.

Pemerintah Afghanistan telah membebaskan lebih dari 4.400 tahanan Taliban, sementara juru bicara gerilyawan mengatakan pada hari Kamis bahwa total 1.005 tahanan pemerintah kini telah dibebaskan.