Kamis, 06 Agustus 2020

Amonium Nitrat, Penyebab Ledakan Dahsyat di Beirut Lebanon

Amonium Nitrat, Penyebab Ledakan Dahsyat di Beirut Lebanon

Ledakan Dahsyat yang terjadi di Beirut Lebanon pada Hari Selasa (04/08/2020), disebabkan oleh 3.000 ton Amonium Nitrat merubah Kota lebanon menjadi darurat selama dua minggu.

Amonium Nitrat, Penyebab Ledakan Dahsyat di Beirut Lebanon
Ledakan di Beirut Lebanon yang disebabkan oleh Amonium Nitrat

Ledakan Dahsyat yang disebabkan oleh 3.000 ton Amonium Nitrat yang disimpan secara tidak aman di gudang pelabuhan Beirut, Lebanon selama enam tahun ini menyebabkan sedikitnya 150 orang meninggal dunia, 1 korban orang hilang dan hampir 5.000 orang mengalami luka-luka.

Banyak bangunan yang hancur akibat ledakan dahsyat seperti kiamat ini, telah merubah Kota Lebanon menjadi darurat selama dua minggu.

Amonium Nitrat, Penyebab Ledakan Dahsyat yang merubah Kota Beirut di Lebanon


APA penyebab utama ledakan di Lebanon?


Amonium nitrat seberat hampir 3.000 ton yang disimpan di gudang pelabuhan Beirut, Lebanon selama enam tahun, merupakan hasil sitaan dari kapal berbendera Moldova dari Georgia dan menuju Mozambik pada tahun 2013.

Amonium nitrat adalah garam Kristal tak berbau, yang telah menjadi penyebab utama berbagai ledakan industri selama beberapa dekade.

Ketika dikombinasikan dengan bahan bakar seperti minyak,  akan menciptakan bahan peledak yang kuat dan banyak digunakan dalam industri konstruksi, tetapi juga bisa membuat bom buatan seperti yang digunakan dalam serangan Kota Oklahoma 1995.

Zat tersebut sangat mudah meledak ketika bersentuhan dengan api dan ketika meledak, amonium nitrat bisa melepaskan sejumlah gas beracun, termasuk nitrogen oksida dan gas amonia.

Karena mudah meledak, ada aturan ketat dalam menyimpan amonium nitrat secara aman. Aturan tersebut meliputi; tempat penyimpanan yang tahan api, tidak boleh ada lubang drainase, pipa-pipa, atau saluran lain yang dapat memicu terjadinya bahaya ledakan.

Gudang yang meledak yamg terletak pada di pelabuhan Beirut Lebanon itu adalah tempat penyimpanan bahan-bahan amonium nitrat yang digunakan untuk keperluan industri.

Apa dampak dari ledakan di Lebanon?


Ledakan yang terjadi pada hari selasa (04/08/2020). Berdampak pada ekonomi dan mengubah Kota Beirut Lebanon menjadi darurat selama dua pekan ke depan. Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan parah dan menyebabkan krisis ekonomi.

Kerugian akibat ledakan di Beirut Lebanon ini mencapai US$15 Miliar atau sekitar Rp.218,6 triliun jika di konversi ke mata uang Indonesia.

Ledakan itu merubah Kota Beirut menjadi Kota yang hancur, kerusakan dan kerugian besar akibat Amonium Nitrat ini menjadi Krisis terbesar yang dilalui Lebanon pada zaman modern. Sementara itu, Lebanon saat ini sedang menghadapi krisis ekonomi terparah dalam beberapa dekade.

Sekitar 300.000 orang telah kehilangan tempat tinggal mereka akibat dari ledakan Dahsyat yang terjadi pada hari selasa (04/08/2020).

Kemungkinan Akan terjadi krisis pasokan makanan dalam beberapa hari ke depan, karena hampir sekitar 70% barang-barang import Lebanon, termaksud makanan dan kebutuhan pokok lainnya datang melalui lokasinya ledakan.