Rabu, 05 Agustus 2020

Hujan Darah Benar-benar Terjadi di Kota Beirut! Foto-Foto Ibukota Lebanon Pasca Ledakan!

Hujan Darah Benar-benar Terjadi di Kota Beirut! Foto-Foto Ibukota Lebanon Pasca Ledakan!

Darah masih menodai aspal jalanan kota Beirut pada Rabu (4 Agustus 2020) pagi ketika jalanan tersebut sedang dipenuhi oleh para penyelamat dan pengamat dari berbagai negara akibat dari ledakan besar di Beirut yang menewaskan sedikitnya 100orang dan melukai lebih dari 4,000 orang di ibukota Lebanon itu.


Asap masih mengepul dari pelabuhan, tempat bangunan sumber ledakan yang menjulang tinggi akibatnya  hancur, menumpahkan bongkahan bongkahan geudung. Hangar di sekitarnya benar-benar tertutup. Banyak pusat kota dipenuhi dengan mobil-mobil yang rusak akibat dihantam bongkahan dan gundukan puing-puing gedung dan pecahan kaca, yang berusaha dibersihkan oleh penjaga toko.


Angelique Sabounjian, 34, berada di sebuah kedai kopi bernama "sip" di dekat ledakan itu. Dia pergi tepat ketika ledakan kedua terjadi.


"Saya merasakan sesuatu mengenai kepala saya, hal berikutnya yang saya tahu, saya merasakan apa yang dapat saya gambarkan sebagai air mancur hangat yang mengalir dari kepala saya ... kami berlari ke pusat Palang Merah di dekatnya. Saya melihat mayat di lantai," katanya, menambahkan karena dia tidak bisa mendapatkan bantuan di sana, dia mencoba pergi ke rumah sakit terdekat, tetapi mereka dihancurkan. "Aku tidak tahu bagaimana aku mendapatkan energi dan kekuatan untuk berjalan lebih jauh dengan darah yang mengalir ke mulut dan lubang hidungku."


Darah manusia bagaikan air mancur yang menghujani kota beirut akibat ledakan besar tersebut. Banyak masyarakat disekitar bahkan menelan air darah korban ledakan tersebut.

Penyebab Ledakan Kota Beirut

Meskipun Presiden Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa ledakan itu tampak seperti serangan, tidak ada bukti bahwa ledakan itu adalah serangan. Sebagai gantinya, banyak orang Lebanon menyalahkan korupsi dan tata kelola yang buruk selama dipimpin oleh partai politik selama berdekade.


Menteri Dalam Negeri Mohammed Fahmi mengatakan kepada sebuah stasiun TV lokal bahwa ledakan itu tampaknya disebabkan oleh akibat ledakan lebih dari 2.700 ton amonium nitrat yang telah disimpan di sebuah gudang sejak disita dari sebuah kapal kargo yang disita pada tahun 2013.



Para ahli bahan peledak dan ahli analisis rekaman video mengatakan bahwa amonium nitrat mungkin menjadi penyebab api sehingga terjadinya ledakan yang ternyata juga berdekatan dengan gudang yang berisi kembang api.


Amonium nitrat adalah bahan umum dalam pupuk dan juga bahan peledak. Itu digunakan dalam pengeboman Kota Oklahoma pada 1995, ketika sebuah bom truk yang berisi 2.180 kilogram pupuk dan bahan bakar minyak merobek gedung federal, menewaskan 168 orang dan melukai ratusan lainnya.

Perdana Menteri Hassan Diab, dalam pidato singkatnya di televisi, memohon bantuan internasional, mengatakan: "Kami menyaksikan bencana nyata." Dia menegaskan kembali janjinya bahwa mereka yang bertanggung jawab atas bencana akan membayar harganya, tanpa mengomentari penyebabnya.

Sumber foto